Dear Allah. Aku bahagia atas hari2 yg kujalani 3bulan terakhir ini. Ujian hidup yg kau kado-kan untukq begitu manis. Walau pada awalnya aku sangat tak mengerti kenapa seperti ini kenapa seperti itu. Bahkan airmata yg dulu tercucur setiap hari, tak mampu menjawab pertanyaanku. Sampai akhirnya aku berani tersenyum menatap masa laluku hingga sekarang aku sadar betapa banyak orang yang menyayangiku. Dan aku menyesal pernah menjauh dariMu, Allah. Aku menyesal. Kini aku bahagia dengan apa yg kujalani. Aku bisa tersenyum kembali. Aku ikhlas dengan segala ketentuanMu. Aku bahagia memiliki sahabat-sahabat yang menguatkan aku dikala aku terpuruk, teman-teman yg selalu membuatku ceria, pekerjaan yg sepele namun begitu banyak memberiku ilmu, rejeki yg sedikit namun sangat kusyukuri, dan terutama orang tua serta adik-adik yg luar biasa. Kini tak ada alas an lagi bagiku untuk tidak bersyukur padaMu Allah. Alhamdulilah. Terimakasih telah memberiku hidup yg sangat bermakna (setidaknya untuk diriku sendiri).
Setelah seminggu ini cengar cengir geje dengan sebab yg geje pula, sepertinya aku harus menghentikan tabiat buruk ini. Dan aaaaahhhhh… sebuah kebetulan yang tidak dibetulkan. Ada sesuatu yg menunggu di luar sana. Sepertinya akan bagus untuk perkembangan mentalku *mentalku tidak bermasalah, Cuma perlu diupgrade saja #eh* . Yah,, tiga bulan terakhir yang berat. Mental yg rombeng. Fisik yg gembel. Pikiran ga genep. Lengkap sudah semuanya membuat skripsweet ku teronggok manja di kolong meja. Dan hari-hari yg dipenuhi dengan menggembel kesana kemari pun terlaksana dengan sukses dan lancar.
Satu lagi, nggembel itu akan terasa asyik bila dilakukan rame-rame. Seperti yg kulakukan bersama makhluk yg ga jelas dari planet SALC – makhluk yg memberiku episode hidup yg menyenangkan, yg akan sensitive dengan kedisiplinan, yg totally geje dimana pun ngumpul walau dalam forum yg disebut rapat sekalipun- nggembel di studio foto. Hahahahahahahaha -ups terlalu lebhaaarr..
Yeah. Spending the last day in Jogja. Berencana mo beli sesuatu di Malioboro, tapi endingnya Cuma nglesot di kasur mpe sore. Aje gileeeee, wanita macam apa aku ini? Yasudah abis kelar nulis ini langsung mandi deh. #jorokismetingkatdewa
Yup. Misi akan segera dilancarkan besok pagi. Kabur dari Jogja. Kangen rumah, tapi sayang beribu sayang, bukan kesana arah tujuan pertamaku. Lantas kemana aku akan pergi di dunia yg keras ini? *lebay* Emmm.. kemana pun arah roda motor menggelinding.halah.
Baiklah, saatnya menata hati dan pikiran di tempat yg akan menjadi persinggahanku nanti. Semoga ada manfaat yg besar dibalik rencana besok. Motor, jangan kenapa napa ya,, sehat ya sampai akhir, ya ya ya. Apa kau tega membiarkanku susah disaat kita sedang berduaan menyusuri jalanan panas2an dan ujan2an? Kamu kan yg selalu setia menemaniku disaat aku senang, ceria, sedih, susah, gundah, gulana, galau, lemah, letih, lesu, pening, bibir pecah-pecah *halah* bahkan gila sekali pun. __Ngomong-ngomong tentang gila, kenapa banyak orang yg menilaiku sinting, stress, gila, edan, dan sebangsanya? Kenapa? Why? Padahal aku tidak punya riwayat sakit jiwa. Njuk how? Apo alasannyo? Bahasan tidak penting #ABAIKAN__
Berhubung saya mendapat panggilan alam, sepertinya saya harus segera mengakhiri kisah hidup saya disini. Saatnya mandi dan menggembel lagi. Hayeee!

