Pagi yg cerah. Aku suka melihat sunrise dari jendela kamarku. Saat siluet putih keemasan surya mengintip dari balik ujung pepohonan di sebrang kali. Jika habis waktu hujan, akan ada deru derasnya air kali yg kerap kali menyeret ku pada kekaguman. Aku suka pagi ini. Bahkan ketika aku mendapati diriku terbangun dengan perasaan yg ……*entahlah*… tp aku bersyukur. Terlalu banyak yg terlewatkan jika aku tak menyapa pagi ini. Allah, terimakasih untuk nafas yg sempurna pagi ini
.
Hari ini Jumat pertama ditahun ini. Seminggu ini, semuanya terasa spesial. Terasa baru. Terasa bersemangat untuk terus melangkah, atau bahkan aku tak sadar kalau semakin jauh
. Tapi aku suka apa yg kujalani, terlepas dari tuntutan “pekerjaan” yg kurasa agak sedikit membuatku jenuh. Yah, egois memang, atau mungkin tidak dewasa,, tapi aku selalu cepat bosan dengan rutinitas. Selebihnya, I did great.
Resolusi 2012ku terlalu banyak. Singkatnya, aku ingin Januari ini menjadi titik awal untuk mulai berfikir tentang masa depan. Dimulai dengan menguntai mimpi-mimpi yg mungkin mustahil, hingga harapan-harapan yg mengambang, lantas mengukir janji untuk diriku sendiri. Hey! ayo bangkit Nay! Jangan mau dikalahkan emosi terus. Ayo move! move! move!
Aku menamainya rindu ketika malam tadi aku teringat Bapak dan Ibuku. Entahlah, aku merasa rindu dengan mereka. Bapak dan Ibu yg jarang menanyai kabarku walau cuma sms. Jarang bertanya tentang skripsiku atau kuliahku. Dan mereka hanya akan telfon atau sms cuma untuk mengabarkan bahwa ada sanak saudara yg meninggal atau menanyakan apakah uang sakuku cukup sampai awal bulan besok. Yah, merekalah orang tuaku. Kadang, ada rasa iri ketika tahu bahwa temanku setiap minggu pagi selalu ditelfon ibunya. Wew. childish ya aku. Tapi aku memikirkan hal yg lain tentang mereka. Orang tuaku hebat, mereka ta pernah menuntut apa pun dariku. Sisi baiknya, aku jd merasa tak terbebani untuk sebuah “pencapaian”, sisi buruknya, aku jadi “sakarepe udelku dewe” dalam melakukan sesuatu. Seperti ini, skripsi terlalu lambretos. Orangtuaku keren, ketika kebanyakan orang tua melarang anak gadisnya bekerja diluar jawa, orang tuaku justru mempersilakan aku mengadu nasib dimana saja, dan itu sudah berlaku sejak setaun yg lalu ketika aku meminta pertibangan beliau. Sama hal nya dengan jodoh, orang tuaku mungkin bisa dibilang “enggak jadul” karena mereka tak mempermasalahkan urusan percintaan monyetku. halah. Bahkan ketika aku bilang aku sudah putus dg pacarku, beliau dengan santainya cuma komentar “jodoh itu sudah ada yg mengatur, sudah ada jalannya sendiri, kalo memang tidak berjodoh, masalah sekecil apapun akan menjadi hal yg merusak hubungan” heuheuheu..
Bapak, Ibu, maaf.. Maaf untuk apa pun .. Apa pun yg mungkin tidak berkenan untukmu..
Bulan ini aku menyisihkan sebagian uang saku,, amanah yg Bapak Ibu beri belum kupenuhi, maaf.. Aku janji akan kupenuhi dengan uang gajiku yg tak seberapa. Aku tahu aku betapa mencari uang itu tak seibarat mengipaskan kertas untuk mendapat angin . Tak seperti itu emang.
Bapak Ibu, aku kangen rumah.. sudah sebulan lebih aku tak mendapat kabar dr rumah. Semoga Bapak, Ibu dan adik-adik sehat. Aku disini baik-baik saja, lebih baik dari terakhir kali ketika aku pulang. Tapi saat ini, aku merasa penat , aku..aku.. *ah, sudahlah* aku sedang bosan dengan rutinitas. Walau pun satu dua membuatku semangat. -.- Baiklah aku baik-baik saja. Oke. Aku baik-baik saja.
sedang mendadak galau dan badmood nglanjutin nulis. *exit*
