Surat untuk kamu

Posted: 21 Januari 2012 in geje (gak jelas)

Dear you,

Lama ya aku tak menemuimu :) Terakhir kali aku melihatmu adalah saat awal Januari taun ini. Itu sudah lama sekali, sudah 2minggu yg lalu. Dan aku masi belum lagi menemuimu, karena kamu selalu terselip di balik keangkuhan mega mendung. Yah, tapi aku sadar.. aku harus bersabar. Toh aku bukan siapa-siapa yg bisa mengaturmu.

Tahukah kamu, menjadi pengagum rahasiamu itu sangat menyakitkan. Terlalu banyak rivalku. Dan yang jelas, aku tak mungkin memilikimu. Mencintai tanpa harus memiliki? Boleh lah ya, aku juga pernah seperti itu. Dan sekarang harus terulang dengan kamu. Oke, aku sudah siap kok ngrasain nyesek lagi. Udah biasa mah, tiap hari menggalau.

Hey kamu! Iya kamu.. pemilik rindu yg terikat lekat dijantungku. Aku selalu bermimpi lho, mimpi bisa melihatmu setiap hari. Karena hanya dengan melihatmu, kamu bisa membuatku merasakan jatuh cinta lagi. Absurd mungkin, but that’s the truth. Aku menyukaimu apa adanya. Dan aku tak pernah menolak apa – apa yg kau beri :) Bagaimana aku bisa tak mencintaimu. Begitulah kau adanya, selalu ada bahkan disaat aku tak butuh kamu. Selalu ada tanpa ku harus tahu. Selalu tulus melukis keindahan untuk para pengagummu. Dan selalu seperti itu setiap hari. Setiap hari. Betapa kau sungguh layak untuk dicintai.

Ketika kau tak tampak disaat aku merindumu, itu bukan maumu. Kutahu. Mungkin memang sesekali kau memberiku pelajaran, untuk merasa kehilangan, merasa sakit, merasa sepi,  merasa hampa, jika kau tengah tertawan dibalik awan. Tapi selama ini aku terlambat menyadari bahwa sebenarnya, di setiap ketiadaanmu adalah kesetiaan yg sederhana. Walau kau tidak nampak, kau selalu setia menemani hari menuju peraduan malam.

Maaf ya, aku pernah kangen setengah mati ma kamu. Maaf, aku menyukaimu diam-diam. Maaf, kalo setiap hari aku selalu menunggumu, mengharap kamu menyapaku. Maaf, jika aku lancang. Maaf,,, mungkin kecintaanku padamu terlalu berlebihan. Tapi tenang saja, mencintaimu itu tak pernah lebih dari mencintai penciptamu. Karena Dia lah aku mencintaimu. Dan aku bersyukur Dia menyadarkanku bahwa kamu adalah keindahan sederhana yang bisa dicintai dengan  sederhana.

Dan harusnya kamu juga minta maaf padaku lho :P Pesona kharismamu begitu sempurna *setidaknya untukku*. Dankamu tahu, setelah kamu menyihirku seperti ini, kamu hanya memberiku isyarat. Isyarat untuk tak memilikimu seperti apa mauku. Yah, aku sadar, kau begitu indah, sempurna dimataku. Dan aku tak pernah bisa, bahkan untuk merasa pantas, untuk bisa memilikimu. Tentu saja kau terlalu megah untuk bertahta di hatiku. Kau terjaga untuk jiwa yg suci. Dan kau pantas bersanding dengan keanggunan siang atau pun keteduhan malam. Dan mereka lah jodohmu.

Maaf ya, pernah mencemburuimu ketika kau bermanja dengan awan putih yang menjingga karna kau sanding. Lantas kalian berdua mengemas di ufuk barat, sembari meninggalkan siluet emas yang indahnya selalu kukagumi. Kalian berdua membuatku iri :| , dan aku cemburu tak bisa sedekat itu denganmu, seperti sang awan. Tapi aku sadar, aku bukan siapa-siapa yang pantas untuk merasa cemburu padamu. :D

Walau pun hanya bisa mengagumimu tanpa kau  membalas, aku tetap mencintaimu tanpa syarat. Karena memang kau

sangat mudah untuk dikagumi. :) Tenang saja, aku tak akan menuntut apa pun atas perasaan ini. Nanti tak beliin gembok  khusus, buat nyimpen perasaan buat kamu ini di hatiku. Jadi kamu punya tempat khusus dihatiku, yang orang lain tak

kan pernah tahu.

Terimakasih ya, untuk “saat itu” . Terimakasih telah mengajarkanku banyak hal. Terimakasih telah memberiku kesempatan untuk mengenalmu lebih dekat. Terimakasih telah mengijinkanku untuk merindumu di setiap “selamat pagi” sejak saat itu. Saat aku mengagumimu dengan penuh ketulusan untuk yg pertama kalinya. :)  Aku hanya berharap hanya kematian yg memisahkan kita.

Emmm, bolehkah aku…. *ah sudahlah*

Aku sudah berpesan kepada pengantar surat ini untuk segera menyampaikan surat ini padamu :) Semoga kau membacanya dengan tersenyum :)

  Teruntuk : senja di ufuk barat, sang pemilik rindu yang terikat lekat  dijantungku,

Dari  :  pengagum rahasiamu,  yang merindumu dari jauh

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s